BUIMA (29 thn) salah satu korban erupsi yang rumahnya porak poranda akibat erupsi. "Sudah jatuh tertimpa tangga pula", demikian pribahasa yang pantas disematkan kepadanya. Betapa tidak, dipengungsian anak semata wayangnya AHMAD GRESIA PUTRA RAMADANI (6 thn) harus dioperasi di RSUD Pasirian karena penyakitnya yg justru muncul saat sedang mengungsi.
BUIMA, janda 29 thn mengungsi bersama ibu dan anaknya. Saat terjadi erupsi dia tidak sedang bekerja karena saat itu ada pemadaman listrik ditempat dia bekerja, "Kami sangat bersyukur bisa selamat karena saat itu tidak masuk kerja sehingga bisa membawa anak dan ibu saya untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman" terangnya. Saat itu Awan Panas Guguran (APG) Semeru sudah berada tepat di belakang rumahnya, yaitu Dusun Kamar Kajang RT 01 RW 05 Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang.
Di pengungsian (RSUD Pasirian) dia tidak tersentuh bantuan, dia hanya membawa bekal seadanya dari rumahnya, ini disebabkan bukan karena tidak ada perhatian dari pemerintah/relawan melainkan karena belum terdata di manifest pengungsi dan akses dia ke posko bantuan tidak ada.
Disinilah peran media sosial sangat membatu bagi dia, pasalnya dia bercerita keadaan dan posisinya ke salah satu teman kerjanya lewat medsos yg dia miliki, gayung bersambut seorang temannya bernama Suhartono (32 thn) warga Desa Condro Kecamatan Pasirian yang juga relawan di Posko Pengungsi dan Bantuan Desa Condro menceritakan kisah temannya ke Sekretariat Posko Pengungsi dan Bantuan di Desa Condro. Malam itu juga Tim Relawan Desa Condro menuju RSUD Pasirian untuk memberikan bantuan sembako, pakaian, alas tidur, perlengkapan mandi dan sedikit uang tunai. Betapa sangat bersyukurnya kami atas kedatangan Tim Relawan Desa Condro, pungkasnya.
Harapan kita semua, khususnya para pengungsi, semoga bencana ini segera berlalu dan kepada pemerintah semoga rencana relokasi terhadap pengungsi segera terealisasi.
#KIMCANDRABIWARA







0 komentar:
Posting Komentar