CANDRABIWARA - Lumajang, selain dikenal sebagai kota pisang juga dikenal sebagai penghasil pasir yang melimpah. Konon katanya kualitas pasir di Lumajang sangat bagus.
Secara geografis, Lumajang terletak di sisi sebelah timur dari Gunung Semeru, yang memberikan keuntungan kepada Lumajang dari aspek ketersediaan akan pasirnya yang melimpah.
Erupsi Semeru pada 4 Desember 2021 yang lalu telah memberikan dampak kerugian yang besar, baik kerugian materiil maupun immateriil. Namun bagi sebagian orang, erupsi tersebut justru mendatangkan berkah. Pasalnya, pasokan pasir akan semakin banyak.
Adanya pasir yang melimpah tersebut menciptakan peluang usaha bagi sebagian orang, diantaranya munculnya penambangan pasir. Kegiatan tersebut menciptakan usaha ikutan salah satunya jasa angkutan pasir.
Hampir tiap hari armada angkutan pasir hilir mudik mengangkut pasir dari tempat penambangan. Tidak jarang di jalan yang dilaluinya sering menimbulkan kemacetan bahkan sering dijumpai rusaknya ruas jalan yang disebabkan oleh hilir mudiknya armada angkutan pasir tersebut.
Pasirian merupakan salah satu Kecamatan dengan intensitas mobilisasi pasir oleh armada truck sangat tinggi. Sedangkan Desa Condro salah satu desa dengan arus kendaraan pengangkut pasir yang sangat banyak.
Fenomena itu telah menimbulkan dampak tersendiri bagi masyarakat pengguna jalan maupun bagi warga yang rumahnya dipinggir jalan yang dilalui armada angkutan pasir.
Jalan rusak dan berlubang, saat hujan akan menimbulkan genangan air sedangkan saat kemarau menimbulkan debu. Pasir dan batu yang jatuh dari armada pasir juga membahayakan bagi pengguna jalan dan bagi warga yang rumahnya dipinggir jalan.
Kejadian tersebut biasanya dapat menimbulkan konflik sosial antar masyarakat. Di Desa Condro contohnya, warga yang rumahnya tepat dipinggir jalan sejak lama keberatan adanya angkutan pasir.
Pada malam hari ini, Minggu 16 Januari 2022 bertempat di Balai Desa Condro sekira pukul 20.30 WIB, beberapa komponen warga yang terkait penambangan dan pengangkutan pasir melakukan musyawarah terkait jalur angkutan pasir.
Diantaranya yang hadir, Anggota DPRD Kab. Lumajang Bapak Sugiantoko, Bapak Camat Pasirian, Bapak Kepala Desa Condro, Perwakilan Koramil Pasirian, Perwakilan Polsek Pasirian, BPD Condro, Perwakilan Paguyuban Sopir Angkutan Pasir, Perwakilan Masyarakat Yang Rumahnya di sepanjang jalan Kabupaten yang dilalui truk angkutan pasir (Dusun Gentengan dan sebagian Dusun Krajan Desa Condro).
Hasil musyawarah pada malam hari ini terkait jalur angkutan pasir :
1. Pelepasan portal pembatas kelas jalan (berbentuk drum) di Dusun Gentengan
2. Tuntutan untuk armada truk pasir :
- kurangi kecepatan saat memasuki rusa jalan 062,
- meniadakan suara bising klalpot,
- menertibkan muatan truk pasir yang dan kondisi basah,
- menerapkan jam malam (larangan melintas), jam 21.00 s/d 06.00 WIB,
- larangan melintas di jam 06.00 s/d 08.00 WIB, saat berangkat anak sekolah dan pekerja.
3. Memberikan pengawalan pada semua jenis kendaraan pada petugas kawal simpang tiga pandu
4. Pemasangan kaca cembung disetiap tikungan
5. Adanya regulasi sebagai payung dalam kegiatan penggalian dana sebagai kompensasi ganti rugi bagi warga terdampak disepanjang jalan ruas 062 (bagi perawatan jalan dan lan-lain)
6. Pengalihan arus, ruas jalan 062 hanya dilalui truk yang bermuatan pasir, yang tidak bermuatan pasir dilarang melewati ruas 062.
#tambangpasirlumajang
#lumajangeksotik
#condroeksotik
#condrodesawisata
#wisatatambuhrayaidaman
#jagaprotokolkesehatan
KIM CANDRA BIWARA CONDRO